mmm…pertama-tama bukannya mau ikut-ikutan temen nih. Tapi idenya emang ngambil dari MPnya dia…hehehe…gapapa yeee? klo temenku itu dia berkecimpung di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Radio Tiara 107,7 FM…Aku katakan saja kalo itu adalah media suara, karena anak radio pasti kerjaannye cuap-cuap syalalala…
nah, klo aku beda, aku kena kebagian di media cetaknya…tepatnya namanya Unit Kegiatan Pers Mahasiswa BIMA (Badan Informasi Mahasiswa) STEI…okeh…lanjut!
Tapi awalnya saya gak ada kepikiran barang sedikit pun untuk jadi anggota UKPM BIMA lho. Terpaksa, disuruh ama senior untuk nerusin program kerjanya. Soalnya ntu UKM hampir-hampir vakum. Ga ada anggota yang terbaru. Sisanya yang udah angkatan tua, yang dikit lagi mau disibukin ama urusan skripsinya. Jadi saya ama dua orang temen (sandi dan yudo) disuruh jadi penerusnya. Sandi diamanahin jadi pemimpin umumnya, Yudo jadi sekretaris umum, dan saya sendiri jadi pemimpin redaksinya. Lah, saya bingung kok saya yang ditugasin. Saya juga bingung, apa yang bisa diperbuat dengan anggota aktif yang cuma 3 orang. Tapi setelah di tausyiahin macem-macem dan dikasih motivasi ama murobbi, akhirnya amanah itu saya jalankan.
Pertama kali masuk ke sekretariatannya, asiiinnnnggg banget. Ketemu sama orang-orang yang sama sekali baru saya kenal., lagipula mereka juga lebih senior. Ruangannya mungil seperti lorong. Bayangkan, sekretariatannya cuma berupa lorong 2×15 meter dengan satu ruang redaksi berukuran 3×7 meter di ujung lorong tersebut. Mirip-mirip ama bentuk palu gitu deh. Bisa dibayangin, kalo lagi rapat redaksi kita musti duduk berhadap-hadapan sambil melipat kaki.
Sempat beberapa bulan hati saya blom sreg sama UKM tersebut. Selain keadaannya hedonis bgt (maksudnya cewe-cowo gabung satu ruang gitu…). Waktu itu kan saya juga jadi anggota remaja masjid, jadi rada canggung klo berinteraksi kayak gitu. Akhirnya untuk pertama kalinya mungkin pas rapat dibikin jarak antar cewe-cowo. Saya masih inget bgt, waktu pertama kali masuk ada kak Jaya dan kak Indra yang bae bgt ngasih tau tugas-tugas kita sebagai penerus mereka. Ada juga bang Prada dan kak Oki yang bae bgt ngajarin saya desain grafis. Trus ada kak Dadan, kak Dimas, kak Yani, kak Marta, dan kak Dine yang rela bgt ngeluangin waktunya untuk nemenin kita ngeliput.
Awalnya emang terpaksa, tapi lama-lama jadi cinta ama sekretariatan UKPM BIMA yang imut-imut itu. Tapi mungkin disinilah bakat terpendam saya muncul. Mulai dari bidang desain grafis, fotografi, dan tulis menulis saya pelajari lebih dalam. Sampai akhirnya ketiga hal inilah yang membentuk diri saya sekarang. Saya pernah sampe jam 10 malem masih duduk di depan komputer sekretariat cuma untuk belajar pagemaker dan photoshop sampe akhirnya satpam ngusir secara halus dengan mematikan lampu kampus. Sampe-sampe bang Prada dan istrinya yang kadang nengok ke kampus malem-malem selalu bilang, “pasti deh, jam 9 malem gini ada si Akbar!”.
Saya yang tadinya males bgt ngobrol ama dosen, karena tugas liputan, terpaksa harus lebih sering ngobrol ama dosen -yang disebelin sekalipun- cuma untuk ngedapetin info terbaru seputar kampus. Efeknya sih ada, saya pernah dateng terlambat untuk masuk kelas -terlambat sekitar 30 menit- dan dosen yang ngajar cuma senyum ke saya terus bilang ke temen-temen kelas, “akhirnya aktivis kita datang juga…”
Banyak dukanya juga lho. Komputer kita sering bgt ngadat. Musti bolak-balik ngebenerin ke harco mangga dua. Terus atapnya sering bgt jadi pancuran air kalo turun hujan. Dimarahin senat kalo buletinnya terlambat terbit, sampe anggota yang ngabur-ngaburan. Hiks…T_T
Akhirnya dibenahin deh atu-atu. Komputer kita beli yang baru dengan spesifikasi yang mantap buat desain grafis. Scanner ama printernya kita rawat sebisanya. Terus atapnya kita buat tadahan dari spanduk-spanduk yang kita ambil dari UKM-UKM lain.
Yang ngebanggain, UKPM BIMA jadi pelopor dalam membuat video profile UKM. Jadi cerita gini, kita pernah berencana untuk membuat video dokumentasi kegiatan-kegiatan kampus selama setahun. Isinya macem-macem, mulai dari kegiatan-kegiatan UKM lain, profile UKM lain, terus kilasan profile mantan mahasiswa STEI yang udah sukses, dan lain-lain. Tapi ditengah jalan, rencana kita terputus karena kendala dana.
Tapi ide kita itu dipake ama senat mahasiswa. Pas acara ospek mahasiswa baru, seluruh UKM di suruh untuk membuat video profile UKM masing-masing. Dan video profile UKPM BIMA waktu itu yang paling keren lho! (bukannya nyombong, tapi ini testimoni langsung dari para mahasiswa baru yang kita tanyain)
Kurang lebih 3 tahun, saya dan dua orang teman saya tadi membangun UKPM BIMA dari awal. Mulai dari anggota cuma 10 orang di tahun pertama, sekarang udah berkembang jadi 30 orangan.
Waktu mau lulus, berat bgt untuk ninggalin UKPM BIMA. Selain pengurus yang sekarang masih blom gape bgt ngedesain, mereka masih ada juga yang malu-malu ngeliput. Soalnya sampe terakhir saya nyusun skripsi, beberapa kegiatan masih saya juga yang diandelin. Mulai dari desain buletin, desain acara, nyari pembicara, dan lain-lain. Tapi ngeliat kekompakkan mereka jadi sedikit lega juga. Mereka udah cinta bgt ama sekretariatannya. Mereka bersemangat untuk meneruskan perjuangan saya dan 2 orang teman saya tadi. Dan itu yang utama. Saya gak bakal lupain saat-saat kita saling menyatukan tangan kita dan berteriak, “semangat! untuk BIMA!”
Saat itu mungkin yang lain gak tau klo dari mata saya menetes airmata haru plus bangga, dan dalam hati saya berucap, “mungkin ini saatnya saya lepas tanggung jawab”
Klo dipikir-pikir, bukan karena saya sudah nggak jadi mahasiswa lagi terus tugas saya selesai. Sekarang saya tergabung dalam dewan penasehat UKPM BIMA. Kerjanya sih gak lebih dari ngajarin anak-anak itu untuk jadi jurnalis ama ngajarin desain grafis.
di UKPM BIMA, saya yang awalnya nothing berkembang jadi something. Entahlah, mungkin ini takdir Allah yang luar biasa, yang patut saya syukuri.
No Comments »
tidur hanyalah sebuah persinggahan sementara. boleh jadi tuk menghilangkan penat atau sekedar terlelap. dan saat itu boleh jadi kita kan bermimpi akan suatu hal yang kita inginkan.
mimpi memang indah, semua hal bisa saja terjadi. tapi relakah jika semua itu hanya menjadi sebuah bunga tidur? dan kemudian lenyap tak berbekas ketika mata kita terbuka kembali?
bangun woi…jangan tarik selimut dan berusaha mengingat-ingat kembali mimpi semalam. karena semua akan tetap menjadi mimpi ketika kita tidak melipat selimut hangat kita (sekali lagi, itu juga kalo punya lho…).
bergegaslah penuhi panggilan cinta-Nya dipagi yang hening. rasakan semilir angin yang menyegarkan akal. lihatlah gemintang yang tersisa dengan fajar yang kemerahan di ufuk timur.
mulailah langkahkan kaki kananmu untuk menantang hari. wujudkan mimpi semalam dengan bantuan kasih Allah SWT. Bismillahirrohmannirrohim…dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, yang maha pengasih lagi maha penyayang…
ucapan basmalah bukan sekedar karena kita muslim dan diwajibkan untuk mengucapkannya ketika akan memulai suatu pekerjaan.
ucapan basmalah bukanlah hanya lontaran udara yang keluar dari bibir kita.
bukan pula sekedar agar kita mendapatkan pahala saja.
tapi juga untuk menghilangkan sifat sombong dalam diri kita.
hah? kenapa basmalah bisa menghilangkan sifat sombong?
coba renungi arti dari basmalah. sungguh luar biasa. karena sesungguhnya kita tidak mempunyai daya upaya melainkan karena ada dorongan pertolongan dari-Nya.
Bismillahirrohmannirrohim…dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, yang maha pengasih lagi maha penyayang…
wujudkan mimpimu wahai sahabat! karena kita tidak akan pernah menggapai apa itu arti hidup ketika kita tidak berusaha untuk mewujudkan mimpi kita. dan jangan lupakan Allah dalam setiap upaya kita menggapainya. karena sekali lagi, siapakah kita yang bisa berbuat semaunya. padahal untuk bernafas pun kita masih diberi gratis oleh-Nya…
“mimpiku masih tersimpan dalam hati, dan saat ini kukuatkan tekad tuk menggapainya, dan tentu semua takkan terjadi kecuali dengan izin-Mu…Bismillahirrohmannirrohim”
1 Comment »
“trus melangkah meninggalkanmu, letih hati perhatikan sikapmu..lalalalala” (yang hapal lanjutin sendiri….)
lagunya sih lagu peterpan, tapi gak papa deh kita ambil sedikit renungan dari lagu tersebut.
kenapa kita harus terus melangkah. karena sang waktu tidak akan sedikit pun lelah menunggu kita. dia akan terus berputar mengikuti takdirnya. tanpa pernah lelah tuk sekedar berhenti menghilangkan penat, bahkan penat pun dia tak kenal.
memang bukan langkah raksasa yang akan kita jalani. tapi setapak demi setapak yang harus kita lalui. tapi…perhatikan sekeliling, dan jangan hanya terfokus pada ujung jalan. (maksudnya, klo mau sukses jangan sendirian, ajak-ajak yang lain gitu…)
klo lagunya peterpan sih mau egonya sendiri. melangkah sendiri dan meninggalkan yang lain. memang dalam dunia yang fana ini, tekad seperti itu pasti ada dalam diri setiap insan. ingin berhasil sendiri, ingin sukses sendiri, ingin menikmati dunia sendiri (kalo gitu, mending bikin dunia sendiri aja sono!)
kita ditakdirkan hadir di dunia bukan untuk diri kita sendiri saja. tau kan kisah sebuah negeri yang akan diazab oleh Allah SWT. para malaikat bertanya, “mau dimulai darimana?” dan Allah menjawab, “mulai dari para orang-orang alim”. orang-orang alim di kisah itu adalah orang-orang alim yang hanya mementingkan surga untuk dirinya sendiri, dan membiarkan kerusakan terjadi disekeliling mereka.
beh, kayaknya berat yah tugas kita sebagai orang yang telah tercelup dalam keimanan. tapi ingat, kalian tidak pernah sendiri…
jadi…yuk deh kita terus melangkah…bersama-sama…
No Comments »
kok mulai hari dengan ucapan hamdalah? kenapa gak basmalah?
yuk kita review makna tidur kita semalam…
tidur bukanlah sekedar memejamkan mata, terlelap dalam mimpi indah (ato buruk?), membuat ‘pulau’ pada bantal empuk (itu juga klo punya lho) dan berselimutkan kain hangat (pake sarung juga boleh…). apalagi klo kamarnya ber-AC (angin cepoi-cepoi maksudnya…) beh…
bukan itu yang dimaksud dengan tidur.
tidur adalah ketika tubuh kita mati sementara…jiwa kita melayang-layang dalam suatu kondisi berada di antara dua dunia, bumi dan akhirat.
nyawa kita hanya terikat oleh sebuah ‘benang’ yang membuatnya tetap terikat dengan jasad.
hanya takdir yang membuatnya terbangun pada pagi harinya (ato siang klo kemaleman tidur…)
makanya gak salah kalo kita berucap hamdalah.
hanya itu? bukan…
hamdalah disini lebih dari sekedar berucap syukur pada Yang Maha Kuasa. hamdalah disini berarti bahwa kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk berbuat lebih baik lagi dari hari kemarin. kita masih diberi kesempatan untuk menyemai bibit-bibit kebajikan, pada hari kita terbangun. hamdalah disini berarti kita sebenarnya adalah orang-orang yang masih dipilih-Nya untuk menjadi khalifah di bumi-Nya, pada hari kita terbangun.
bayangkan ketika kita bangun di pagi hari, ternyata bukan bangun seperti orang-orang yang lain. jasadnya kita masih terlelap, bahkan terbujur kaku. hhh…(aku merinding…)
so…klo bangun tidur, yok rame-rame kita ucapkan hamdalah pada Allah SWT. trus…?
ya sholat subuh lah, masa narik selimut lagi?
No Comments »
sekarang adalah tanggal 10 november.
A.K.A hari pahlawan…
yah, sekedar flashback ke masa lalu…kita singgah dulu yuk ke masa 10 november 63 tahun yang lalu.
saat itu Indonesia sedang dalam masa euforia kemerdekaan. tapi yang namanya kemerdekaan pasti bukanlah sekedar seremoni deklarasi belaka. saat itu beribu-ribu pemuda syahid untuk mempertahankannya. letupan bedil dan dentuman meriam mengantarkan jiwa mereka mati, kembali ke hadapan sang Khalik. darah membasahi tanah, dan pekikan takbir membahana menembus langit nusantara.
dan…mereka berhasil mempertahankannya dengan bermodalkan semangat dan senjata hasil rampasan musuh.
beribu-ribu jiwa dinobatkan menjadi pahlawan pada hari itu.
back to the present…10 november 2008
apa sih makna hari pahlawan bagi kita para pewaris negeri ini? apa cuma sekedar seremoni mengheningkan cipta 1 menit pas jam 8.15 tadi pagi? ato lewat begitu saja seakan ini adalah seperti hari-hari yang lain?
apakah kita sudah pernah jadi pahlawan? saya sendiri belum, tapi akan.
mmm…seseorang tidak harus selalu mati untuk jadi pahlawan, kan?
btw, kira-kira dalam segi apa yah kita bisa jadi pahlawan? ada ide?
1 Comment »
mungkin ini saatnya bagi ku tuk mewujudkan mimpi
mimpi itu masih terbayang sampai sekarang dan belum hilang dari ingatan
sebuah pelangi, ya sebuah pelangi yang terdiri dari 7 warna yang berbeda hadir dalam mimpiku
aku memang tak bisa menafsirkannya tapi aku tahu itu adalah mimpi terindah yang pernah hadir dalam tidur
dan mimpi hanya akan tetap menjadi mimpi ketika ku tidak bangun dari tidur panjangku
1 Comment »
“siapakah kita
yang merasa mampu berbuat apa saja
yang merasa bisa meraih seluruh isi dunia
yang merasa hebat hingga bisa enak menginjak-injak alam semesta”
Sepenggal puisi hadir dalam mimpi.
Dan kupun kembali tersadar…
Aku takkan bisa meraih semua tanpa-Nya
Bismillahirrahmanirrahim…
Dengan menyebut namamu Ya Allah, izinkan aku jadi ‘khalifah’ di bumi-Mu
1 Comment »
ramadhan tahun ini akan usai beberapa hari lagi. sedih, karena
momen-momen ketika melihat masjid penuh dikala subuh dan isya akan
berakhir, maybe…
beberapa hari lagi inbox HP ku akan penuh dengan puisi-puisi kiriman
teman-teman dan relasi yang meminta sekedar maaf. entah itu yang lucu
atau yang melankolis. tapi benarkah hari raya yang fitri itu kita
lewati dengan meminta maaf kesesama manusia saja?
mungkin kita merasa dengan meminta maaf kepada orang-orang yang
mungkin pernah kita sakiti, akan membuat dosa-dosa kita berkurang atau
hilang sama sekali.
tapi kita justru lupa untuk meminta maaf kepada Sang Pemilik jasad
kita ini. sudahkah kata tobat terucap dengan tangisan air mata di
malam-malam ramadhan kali ini? sudahkah kita berupaya untuk bertekad
memperbaiki diri kita setelah ramadhan usai? sudahkah kita siap untuk
melewati 11 bulan kedepan laksana ramadhan? sudahkah?
ramadhan tinggal beberapa hari lagi. gunakan dengan sebaiknya, sebelum
sang pembisik kejahatan datang kembali merasuki hati…
No Comments »
Karena banyak banget yang nanya gimana suasana sidang komprehensif gw, dan gw males banget kalo musti ngulang-ngulang cerita yang sama berkali-kali, akhirnya gw putuskan untuk menulisnya di blogger gw.
Rabu, tanggal 27 agustus, gw ujian komprehensif. Seharusnya sih tanggal 28-nya, tapi entah kenapa jadi dimajuin ke tanggal 27 tadi. Mana gw belum belajar banyak lagi. Cuma manajemen pemasaran ama SDM aja yang gw pelajarin. Yah elu tau kan klo ujian komprehensif itu berarti menguji kembali beberapa mata kuliah yang pernah kita pelajari semester-semester sebelumnya. Jurusan gw manajemen ekonomi, makanya gw dapet mata kuliah manajemen pemasaran, SDM, Operasional, Strategik, dan Keuangan.
Senin, gw ke dosen pembimbing. Minta bimbingannye gitu deh. Nah, gw dikasih trik : “kamu pelajari aja yang paling bisa kamu kuasai”. Gw pilih aja manajemen pemasaran ama SDM. Mata kuliah yang lainnya leewwwatt! (maksudnya lewatin aja gitu…hehehe)
Hari selasa gw lalui dengan suasana stress luar biasa. Gw belajar mati-matian (eh, nggak denk. gak ampe mati kok…gw masi idup ^_^ )
Rabu, The Judgement Day (setidaknya buat gw…). Sebelum naik ke ruang ujian gw sholat dhuha dulu. Setelah itu bersiap dengan pakaian putih-hitam berdasi dan sepatu pantofel. Kali ini gw dapet giliran ke-4. Gw ulang-ulang lagi belajar. Yang pasti seadanya.
Akhirnya dateng deh giliran gw. Gw masuk dengan senyum kecut. Entah kenapa gw gak pede hari ini. Biasanya kalo ketemu dosen gw bisa santai, tapi hari ini beda.
Baru juga gw duduk di bangku, dosen penguji gw nyuruh untuk nandatanganin absen. Dan saat itu gw gak bawa pulpen, ya udah gw keluar ruangan dulu buat minjem. Baru juga gw keluar, temen-temen gw pada nanya, : “kok cepet Bar?”
Gw cuma bilang, : “pinjem pulpen donk…” Dan yang lain langsung pasang muka BT.
Gw masuk lagi, nandatanganin absen, dan dimulailah ujian penentuan lulus-gak lulus tersebut.
Dosen penguji 1 : “oke, mau mulai dari mana?”
Gw : “manajemen pemasaran aja deh pak”
Dan berlanjutlah dengan tanya jawab seputar pemasaran. Kayak definisi pemasaran lah, arti pasar lah, cara penentuan harga lah, produc life cycle lah, lah lah lah lah…. Karena gw kuasain mata kuliah yang satu ini, gw bisa jawab dengan lugas dan tepat.
Kemudian karena skripsi gw temanya SDM, gw gak ditanyain SDM. Tapi ujian berlanjut ke mata kuliah paling gw takutin. Manajemen Keuangan. Waktu dosen penguji 1 bilang ke dosen penguji 2, “oke pak, lanjut ke MK…” Gw langsung bilang dalem hati, “mampus gw…”
Dan gw cuma bisa ngejawab seadanya aja. Kayak waktu ditanya, apa yang dimaksud pasar modal. Gw jawab aja, tempat orang nanem modal…kacau!
Lanjut ke manajemen operasional dan Strategik. Dua mata kuliah ini juga gak gw pelajarin ulang hehehe…(elu belajar apa sih Bar?) Yah…jadinya gw cuma bisa jawab, “lupa pak!”, “gak tau pak!”, “aduh, jawabannya di ujung lidah pak!”, “aduh, kok di dalem ruangan ini jadi lupa semua sih?” dan lain sebagainya…
mungkin kalo dosen-dosen itu polisi semua, mereka langsung ngegampar gw sambil bilang ,”ngaku gak lo!” hehehehe…
Gak lama, azan zuhur kedengeran. Dan selesailah ujian kompre gw. Gw keluar dengan perasaan gak pasti. Dengan gontai gw ke mesjid. Sholat. Dan baru kali ini mungkin gw pasrah banget ama Allah. Gw udah berusaha dan sekarang saatnya gw bertawakal. Gw minta diberikan hasil yang terbaik. Dari zuhur sampe asar gw gak henti-hentinya berharap sama Allah untuk dikasih yang terbaik.
Setelah asar, pengumuman tiba. Temen gw nanya, “bar menurut lo, peluangnya berapa-berapa nih?” Saat itu gw cuma diem sambil berdoa lagi. Gw udah pasrah banget.
Gw masuk ke ruangan dengan temen-temen sekelompok. Berderet. Gw nomer tiga dari ujung. Orang yang giliran pertama entah kemana.
Waktu dosen penguji mau bacain hasilnya, dia pidato dulu bentar. Gw cuma bisa natap lantai, sambil terus berdoa, “Ya Allah, berikan hamba kelulusan ya Allah. Hamba ingin melihat orangtua hamba bahagia dengan kelulusan hamba…” Saat itu, gak ada lagi tempat meminta selain kepada-Nya.
Dan akhirnya dosen penguji mulai bacain hasil. Dua orang sebelum gw dinyatakan lulus. Tiba giliran gw…. Gw pejamin mata….
Dosen penguji : “berikut…Maulana Araita Akbar……anda dinyatakan….LULUS”
Wah, seneng banget gw! Hampir-hampir gw teriak, “MAM! AYE LULUS MAM!”
Fiuh…akhirnya…lulus juga…
No Comments »
perkenalan awal gw dengan dunia fotografi adalah ketika gw SD. entah kenapa gw suka banget memotret suatu kejadian. dari mulai pensi SD sampe perpisahan SD. pas SMP dan SMA gw jarang bersentuhan dengan alat perekam kejadian itu dan gw mulai lagi pas gw kuliah. apalagi waktu gw ketemu ama sodara gw yang juga punya hobi sama. fotografi! dari dia gw belajar banyak hal tentang fotografi. mulai dari pengaturan cahaya, angle kamera, dan kejadian-kejadian yang harus dan tidak harus direkam. mulai saat itu gw jadi pengin punya satu kamera digital SLR dan gw lagi berusaha nabung dari sekarang. satu hal yang selalu menarik gw foto adalah ekspresi orang. sering kalo disuruh motret orang gw gak pake aba-aba 1,2, 3 cheeseee…! tapi langsung aja gw foto apa adanya, sampe orang-orangnya protes ke gw sambil bilang, "yah, pake aba-aba donk bar!" gw jawab aja, "biar alami…" dan gw juga lebih suka motret tanpa pake blitz. gw cukup ngatur bukaan lensa dan motret temen-temen gw tanpa sepengetahuan mereka. palingan ada yang protes lagi, "bar, ulang donk fotonya. gak nampol klo gak pake blitz…" dan cukup jawab, "mana yang gak nampol, sini biar gw tampol!…" hehehehe…
No Comments »
|